Posts

Mungkinkah Jatuh Hati?

Suatu pagi, Ketua salah satu organisasi yang saya ikuti, memberitahu saya akan sebuah surat dari Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) UGM. Surat itu berisi permohonan kepada pihak Fakultas, dan seluruh organisasi di lingkungan kampus untuk mengirimkan delegasi untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dan menejemen organisasi. Acara akan dilaksanakan selama beberapa hari di salah satu wisma di daerah Kaliurang. Ketua akan ada

Demisioner Oh Demisioner

Belum mampu rasanya aku membayangkan jas almamater, jas BEM KM FKG UGM, dan korsa Dentistry akan tergantung begitu saja di dalam almari. Cepat atau lambat ketiga pakaian kebesaran itu memang akan tergantung begitu saja, atau bahkan terlipat, yang selanjutnya hanya menjadi kenangan. Tapi tentu aku akan menyimpannya dengan baik agar tidak usang atau termakan rayap. Jas-jas itu telah mewarnai hari-hariku di kampus tercinta. Menyempurnakan penampilanku di acara-acara kemahasiswaan. Jas-jas dengan emblem dan lencana-lencana itu  akan menjadi saksi bahwa aku pernah amat mencintai kehidupan berorganisasi selama menjadi mahasiswa.  Bisa jadi aku akan berderai air mata  saat menyentuhnya kembali kelak. Bukan sedih lebih tepatnya, tapi perasaan rindu dan bangga pernah menjadi bagian lembaga-lembaga kemahasiswaan itu. Aku bukan sedang pamer atau memamerkan. Ini hanya ungkapan syukurku yang telah menerima banyak pengalaman dan pelajaran yang tidak ku dapatkan di kelas. Sekaligus...

DIES UGM

Image
          Universitas Gadjah Mada diresmikan oleh pemerintah Republik Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1949. Rektor pertamanya adalah Prof. dr. Sardjito. Dahulu UGM hanya ada 6 fakultas yaitu ; 1. Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Farmasi 2. Fakultas Hukum, Sosial dan Politik 3. Fakultas Teknik 4. Fakultas Sastra, Pedagogik dan Filsafat 5. Fakultas Pertanian 6. Fakultas Kedokteran Hewan Kini UGM berkembang menjadi 18 fakultas, yaitu

Selalu Ada yang Menarik untuk Diabadikan

Image
Kebakaran di beberapa sisi hutan. Apakah penyebabnya? Akibat musim kemarau kah? Atau ulah manusia? semoga tidak, yang jelas bahwa menjaga alam adalah penting bagi keberlangsungan makhluk hidup termasuk

Gunung Pertamaku

Malam tadi aku menggigil dan tidurku tidur ayam. Sejuk bukan lagi menjadi ungkapan yang tepat untuk mendeskripsikan udara disini. Dingin yang menyusup hingga ke tulang mengurungkan niatku untuk menyambut fajar di puncak Merbabu. Pagi 9 November 2013. Segelas teh panas menemani obrolan pagi kami. Sarapan pagi dengan nasi putih, oseng tahu, dan telur dadar. Makanan itu kami dapatkan dari sang empunya basecamp. Setelah sarapan, kami secara bergilir melakukan ritual pagi seperti buang air untuk jaga-jaga agar tidak merepotkan kalau-kalau kebelet di tengah hutan. Aku yang setiap pagi selalu melakukan ritual itu dengan entengnya melangkahkan kaki keluar basecamp menuju toilet umum yang tersedia disekitar pemukiman  di kaki gunung . Brrrrr airnya luar biasa dingin. Tanganku nyaris mati rasa menyentuh air itu. Sabun cuci muka dan pasta gigiku pun beku. Kamu pasti bisa bayangkan bagaimana dinginnya tempat itu. Finally, pendakian yang sesungguhnya kami mulai pada pukul 09.10 ...

Tour de Tual

Image
Hidup di kei kecil sudah 1 bulan lebih te tapi belum mampu menyelami bagaimana keadaan dan tata letak kota Tual. Hal itu lah yang mendasari saya dan t eman-teman meluangkan waktu di hari libur kerja menjelang lebaran untuk berkunjung dan berkeliling kota ini. Melalui bantuan ketua OMK (Orang Muda Katolik) akhirnya pada rabu, 7 agustus 2013 kami pergi untuk

Ohoi Debut dan Leluhur

Image
Debut adalah bagian dari kepulauan kei kecil, Maluku Tenggara yang terletak di sebelah barat. Debut kepualauan kei kecil berdiri pada abad ke XVII. Nama Debut merupakan nama pemberian dari keluarga Rusbal yang berasal dari Bali. Keluarga Rusbal tersebut yaitu seorang nenek keturunan melmel atau bangsawan ningrat bernama Dit Rareng beserta keluarganya. Nenek tersebut mempunyai seorang anak laki-laki bernama Tafitik Rusbal dan seorang menantu bernama Dit Hamar. Pada mulanya keluarga tersebut ketika pertama kali menginjakan kaki di K epulauan K ei, mereka tinggal di